Mereka menggunakan jenis segel yang sama tetapi tidak dengan spesifikasi yang sama—dan perbedaan ini sangat penting pada sirkuit tumbuk dibandingkan sirkuit lainnya. Mata bor pertambangan untuk aplikasi pengeboran produksi beroperasi secara terus-menerus dalam mode tumbuk selama 25–35 menit per lubang dengan energi tumbuk lebih dari 300 J. Sedangkan mata bor pengembangan terowongan beroperasi dalam mode tumbuk selama 2–4 menit per lubang dengan energi tumbuk 80–150 J. Siklus kerja yang berbeda tersebut menghasilkan profil termal yang berbeda di sekitar lubang tumbuk, akumulasi siklus kontak yang berbeda per shift, serta pola kelelahan segel yang berbeda—sehingga memerlukan interval perawatan yang berbeda, bahkan ketika diameter lubang secara nominal sama.
Konsekuensi spesifiknya: alat pengebor terowongan (tunneling drifter) yang beroperasi dalam siklus pukulan selama 4 menit memungkinkan segel pukulan mendingin sedikit di antara lubang-lubang selama proses posisi rotasi dan pemasangan collar. Siklus termal semacam itu justru memperpanjang masa pakai segel dibandingkan lingkungan suhu konstan pada pengebor produksi. Sebuah pengebor longhole HLX5T yang mengebor lubang terus-menerus selama 35 menit di batuan kuartis Finlandia dengan kekuatan tekan uniaxial (UCS) 165–200 MPa mengoperasikan segel pukulannya pada suhu lubang bor 15–20°C lebih tinggi dibandingkan jumbo pengembangan (development jumbo) yang bekerja pada formasi yang sama dalam putaran pengembangan (development rounds) selama 4 menit. HLX5T memerlukan segel poliuretan (PU) dengan kekerasan Shore 95 dan interval penggantian 350–380 jam. Sedangkan jumbo pengembangan pada formasi yang sama menggunakan segel dengan kekerasan Shore 90–92 dengan interval penggantian 400–450 jam.
Perbandingan Spesifikasi Segel Pengebor Tambang vs Pengebor Terowongan
|
Parameter |
Pengebor Tambang Produksi (HLX5T) |
Jumbo Pengembangan Terowongan (DD2710, DT1131) |
Implikasi Praktis |
|
Durasi pukulan khas per lubang |
25–35 menit terus-menerus |
2–4 menit per lubang |
Suhu lubang bor 15–20°C lebih tinggi pada pengeboran produksi |
|
Kelas Energi Tumbukan |
300–380 joule per pukulan |
80–150 J per pukulan |
Beban kejut yang lebih tinggi pada bibir segel per siklus |
|
Senyawa segel perkusi yang direkomendasikan |
PU Shore 95 wajib digunakan |
PU Shore 90–92 standar |
Penggunaan Shore 92 dalam pengeboran produksi mengurangi masa pakai sebesar 30–40% |
|
Interval perawatan — oli bersih, 70–78°C |
350–400 jam |
400–480 jam |
Segel produksi diganti 15–25% lebih sering |
|
Pengaruh berat rangkaian batang terhadap segel panduan |
Rangkaian T51 pada kedalaman 35 m = beban lateral 150–220 kg |
Rangkaian T38/T45 pada kedalaman 4–5 m = beban lateral 12–32 kg |
Ambang batas penggantian selubung panduan: 0,35 mm dibandingkan 0,40 mm |
Menggunakan spesifikasi segel kit pengeboran terowongan dalam aplikasi pertambangan produksi merupakan kesalahan lintas-aplikasi paling umum dalam katalog distributor segel serba guna — nomor bagian tampak mirip, diameter lubang dalam (bore) cocok, namun kegagalan terjadi pada jam operasi ke-220 alih-alih jam operasi ke-380. HOVOO menyediakan segel kit khusus produksi dan khusus pengembangan untuk platform HLX5T serta DD2710/DT1131 dengan spesifikasi senyawa yang disesuaikan secara tepat dengan aplikasi masing-masing. Referensi tersedia di hovooseal.com.
EN
AR
CS
DA
NL
FI
FR
DE
EL
IT
JA
KO
NO
PL
PT
RO
RU
ES
SV
TL
IW
ID
LV
SR
SK
VI
HU
MT
TH
TR
FA
MS
GA
CY
IS
KA
UR
LA
TA
MY