Perbedaan antara segel dinamis dan statis bukan terletak pada apakah segel tersebut bergerak—melainkan pada apakah permukaan yang disegel bergerak relatif terhadap segel. Segel statis ditempatkan di antara dua permukaan diam: gasket manifold, O-ring rumah (housing), atau segel permukaan port. Beban satu-satunya yang dialaminya adalah tekanan kompresi saat pemasangan dan tekanan sistem. Segel dinamis beroperasi terhadap permukaan yang bergerak: batang piston, poros (shaft), atau spool. Segel ini mengalami beban siklik, panas akibat gesekan, serta keausan permukaan akibat gerak relatif. Kedua lingkungan kerja ini memerlukan prioritas bahan dan geometri yang sama sekali berbeda.
Aturan desain berbeda pada tingkat rasio kompresi. O-ring statis menargetkan rasio kompresi 15–25% di alurnya — cukup tinggi untuk mencegah kebocoran di bawah tekanan, namun cukup rendah untuk menghindari relaksasi tegangan. O-ring dinamis menargetkan kompresi 10–15% — lebih rendah karena kompresi berlebih menghasilkan panas gesekan yang mempercepat penuaan senyawa di bawah beban siklik. Penggunaan O-ring berdimensi statis dalam alur dinamis menambahkan kompresi berlebih sebesar 5–10%, sehingga meningkatkan gaya kontak bibir segel terhadap dinding silinder sebesar 20–30%. Gaya berlebih ini meningkatkan suhu gesekan di zona kontak segel sebesar 6–10°C — yang merupakan perbedaan antara 78°C dan 88°C pada bibir segel, dan karenanya juga perbedaan antara masa pakai 420 jam dan 320 jam.
Referensi Pemilihan Segel Statik vs Dinamis
|
Posisi Segel |
Jenis |
Prioritas Desain Utama |
Kesalahan Umum |
|
Segel piston lubang pukul |
Dinamis — siklik frekuensi tinggi |
Ketahanan lelah dan ketahanan ekstrusi; PU Shore 90–95 |
Memilih O-ring berdimensi statis — kompresi berlebih, kegagalan akibat panas |
|
Penutup rumah cincin-O (permukaan manifold) |
Statis — tidak ada gerak relatif |
Ketahanan terhadap deformasi permanen selama masa pakai panjang; NBR Shore 70 |
Menggunakan segel berukuran dinamis — kompresi kurang saat pemasangan, kebocoran |
|
Segel poros motor rotasi |
Dinamis — rotasi terus-menerus |
Pemeliharaan lapisan hidrodinamis; bibir pegas; NBR atau FKM |
Membingungkan dengan segel silinder linear — geometri pegas yang salah |
|
Diafragma sisi gas akumulator |
Wadah tekanan statis — tidak ada kontak geser |
Ketidaktembusan gas; HNBR untuk retensi nitrogen |
Menggunakan NBR komoditas — permeasi N₂ lebih tinggi, pergeseran tekanan awal |
|
Cincin-O (O-ring) pada port manifold saluran balik |
Statis — tidak ada gerak relatif |
Set kompresi di bawah beban statis jangka panjang; NBR Shore 70–75 |
Menggunakan segel dinamis Shore 90 — terlalu kaku, ketidakmampuan memadai dalam mengikuti bentuk permukaan port |
Kesalahan rasio kompresi merupakan penyebab paling umum kegagalan akibat penerapan yang salah pada kit segel bor batu — kesalahan ini tidak terlihat saat pemasangan dan muncul sebagai kebocoran segera (kompresi kurang) atau kegagalan kelelahan setelah 300 jam (kompresi berlebih). HOVOO mendokumentasikan spesifikasi rasio kompresi untuk setiap posisi segel dalam panduan perakitan kit segel untuk platform Atlas Copco dan Sandvik. Referensi tersedia di hovooseal.com.
EN
AR
CS
DA
NL
FI
FR
DE
EL
IT
JA
KO
NO
PL
PT
RO
RU
ES
SV
TL
IW
ID
LV
SR
SK
VI
HU
MT
TH
TR
FA
MS
GA
CY
IS
KA
UR
LA
TA
MY