33-99 No. Jl. Mufu E, Distrik Gulou, Nanjing, Tiongkok [email protected] | [email protected]

Hubungi Kami

Berita

Halaman Utama /  Berita

Mining Indonesia 2025: Pameran Peralatan Pertambangan Terbesar di Asia Tenggara

Apr.11.2026

2 (2).webp

Indonesia tidak muncul sebagai pemain utama dalam peta mental kebanyakan orang mengenai pertambangan global—namun angka-angka menunjukkan sebaliknya. Negara ini memiliki cadangan nikel terbukti sekitar 42% dari total dunia, merupakan salah satu lima produsen batu bara terbesar, dan memiliki deposit bauksit, tembaga, serta timah yang signifikan. Mining Indonesia hadir karena skala kegiatan tersebut menciptakan permintaan besar sepanjang tahun terhadap peralatan, suku cadang, dan layanan.

Edisi ke-23 pameran ini berlangsung pada 17–20 September 2025 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Cakupan Pameran

Mining Indonesia dirancang secara luas. Pameran ini mencakup mesin ekstraksi, peralatan pengolahan mineral, sistem penanganan material, alat pengeboran, perlengkapan keselamatan, serta layanan penunjang seperti pengolahan air dan pengeringan tambang. Perusahaan TI dan perangkat lunak yang berfokus pada manajemen tambang hadir berdampingan dengan produsen peralatan berat (OEM) — kombinasi yang tidak selalu Anda temui di acara-acara yang lebih spesifik.

Edisi-edisi sebelumnya telah menarik lebih dari 1.000 peserta pameran dan hampir 33.000 pengunjung profesional. Angka-angka tersebut tidak akan tercapai tanpa niat beli yang nyata di antara para pengunjung. Peserta pameran dari Jerman, Australia, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat merupakan langganan tetap. Bagi banyak pemasok internasional, pameran ini merupakan pintu masuk utama ke pasar Indonesia dan kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.

Pada tahun 2025, pameran ini diselenggarakan bersamaan dengan Oil & Gas Indonesia, Electric & Power Indonesia, dan The Battery Show Asia—semuanya berlangsung di bawah satu atap di JIExpo. Penyelenggaraan bersama ini dilakukan secara sengaja. Sektor pertambangan, energi, dan elektrifikasi semakin tumpang tindih, terutama seiring upaya Indonesia mendorong pengolahan hilir sumber daya mineralnya.

Momen Pertambangan Indonesia

Pemerintah telah mengambil langkah agresif dalam membangun kapasitas pengolahan domestik. Larangan ekspor bijih nikel mentah yang diberlakukan pada tahun 2020 memaksa investasi pembangunan smelter dan mengalihkan kegiatan penambahan nilai ke dalam negeri. Pada pertengahan 2020-an, Indonesia telah menjadi pemasok utama nikel olahan bagi rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV).

Perubahan ini memiliki implikasi nyata terhadap jenis peralatan yang dibutuhkan. Pabrik pengolahan memerlukan mesin yang berbeda dibandingkan operasi penambangan terbuka. Para pemasok yang memahami kedua ujung rantai—mulai dari tambang hingga fasilitas pengolahan—berada dalam posisi yang lebih menguntungkan di pameran semacam ini dibandingkan pemasok yang hanya mencakup satu segmen saja.

Mengapa Jakarta Masuk Akal

Jakarta International Expo merupakan salah satu venue pameran yang paling baik dilengkapi di Asia Tenggara. Lokasi Kemayoran menempatkannya dekat dengan kawasan bisnis utama, dengan akses transportasi yang baik serta beragam pilihan akomodasi di sekitarnya. Kota itu sendiri adalah tempat para pengambil keputusan berada — kantor pusat perusahaan pertambangan, kantor pemerintah yang mengeluarkan izin dan menetapkan kebijakan, serta perusahaan perdagangan dan distributor.

Konsentrasi aktivitas komersial tersebut merupakan salah satu alasan mengapa Mining Indonesia tetap diselenggarakan di Jakarta, bukan dipindahkan lebih dekat ke lokasi tambang sebenarnya. Anda tidak mempresentasikan produk kepada insinyur di lokasi tambang — melainkan kepada tim pengadaan, direktur proyek, dan petugas investasi.

Referensi Cepat

 

Kategori

Rincian

Nama Acara

Mining Indonesia 2025

Tanggal

17–20 September 2025

Tempat

Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta

Edisi

tahun ke-23

 

Relevansi bagi Peralatan Pembongkaran dan Peremukan

Operasi pertambangan di Indonesia — khususnya batu bara, nikel laterit, dan penambangan batu galian — secara rutin menggunakan pemecah hidrolik untuk memecah batuan, reduksi sekunder, dan persiapan lahan. Pameran ini menarik pembeli dari lokasi tambang aktif di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, yaitu wilayah-wilayah di mana akses peralatan dan dukungan purna-jual terus menjadi tantangan. Bagi pemasok perlengkapan pemecahan dan pembongkaran, Mining Indonesia memberikan akses langsung ke segmen pembeli yang sulit dijangkau melalui saluran lain di kawasan tersebut.