Upaya tak kenal lelah dalam meningkatkan efisiensi di bidang pembangkitan listrik modern telah mendorong adopsi luas turbin gas siklus gabungan (CCGT) dan turbin uap kelas lanjut. Mesin-mesin ini beroperasi dengan efisiensi termal yang luar biasa, namun hal ini berdampak pada terciptanya beberapa lingkungan paling ekstrem bagi komponen penyegel. Suhu pada sistem pelumas turbin gas dapat secara rutin mencapai 150–180 °°C akibat perpindahan panas (heat soak) dari casing turbin, sedangkan batang katup dan sistem penyegelan gland pada turbin uap dapat terpapar uap panas lanjut (superheated steam) di atas 300 °C. Di lingkungan ini, elastomer standar cepat gagal, menyebabkan kebocoran oli, kebocoran uap, kontaminasi, serta pemadaman paksa yang mengakibatkan sanksi finansial yang sangat besar.
Elastomer fluorkarbon (FKM) merupakan garis pertahanan pertama untuk penyegelan bersuhu tinggi pada turbin. Keseimbangan luar biasa antara ketahanan terhadap panas (hingga 230 °Ketahanan terhadap suhu tinggi (intermiten) dan ketahanan kimia terhadap minyak turbin berbasis ester sintetis (misalnya, ISO VG 32, 46) menjadikannya pilihan standar untuk sebagian besar segel statis maupun dinamis dalam sistem pelumasan dan minyak kontrol. Aplikasi umum meliputi segel poros pada pompa bantu, cincin-O pada rumah filter dan aktuator katup, serta gasket pada kaca pengintai. Standar AS109 sering menetapkan senyawa FKM umum untuk aplikasi turbin di bidang dirgantara dan industri, guna memastikan tingkat kinerja dasar. Untuk kekuatan mekanis tambahan pada segel dinamis yang terpapar minyak panas ini, Nitril Terhidrogenasi (HNBR) kadang digunakan sebagai alternatif, yang menawarkan ketahanan abrasi unggul serta kompatibilitas minyak yang baik hingga sekitar 150 °C.

Namun, untuk zona suhu ekstrem, hanya Perfluoroelastomer (FFKM) seperti Kalrez® atau Chemraz® yang memadai. Komponen FFKM bukan sekadar versi FKM yang ditingkatkan; melainkan merupakan kelas material yang berbeda dengan struktur polimer yang sepenuhnya terfluorinasi. Hal ini memberikan dua sifat luar biasa:
1. Suhu Operasi Kontinu di atas 300 °°C, sehingga memungkinkan komponen-komponen ini berfungsi secara langsung di dekat saluran uap dan jalur gas panas.
2. Ketahanan Kimia yang Sangat Tinggi, termasuk terhadap minyak turbin agresif, cairan perpindahan panas, dan gas proses yang dapat menurunkan kinerja FKM seiring waktu.
Penerapan komponen-komponen ini sangat spesifik karena harganya (sering kali 50–100 kali lebih mahal dibandingkan FKM). Lokasi utamanya meliputi:
· Segel Batang Katup Penghenti Utama dan Katup Pengatur Turbin Uap: Terpapar langsung oleh uap bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Kebocoran di sini menyebabkan penurunan langsung pada efisiensi siklus serta menjadi bahaya keselamatan.
· Segel Katup Gas Bakar Turbin Gas: Terpapar gas bakar panas dan kemungkinan kondensasi senyawa agresif.
· Segel pada Saluran Penginderaan dan Instrumentasi yang menembus casing turbin panas.
Produsen Peralatan Asli (OEM) seperti GE, Siemens, dan Mitsubishi Power memberikan spesifikasi material secara eksplisit untuk lokasi-lokasi kritis ini. Logika pemilihan didasarkan pada Analisis Mode Kegagalan, Dampak, dan Tingkat Kekritisan (FMECA). Insinyur menetapkan Angka Prioritas Risiko (RPN) untuk setiap titik penyegelan berdasarkan tingkat keparahan kegagalan, kemungkinan terjadinya, serta kemudahan pendeteksian. Untuk titik-titik dengan nilai RPN tinggi, kinerja unggul FFKM membenarkan biayanya.
Prinsip ini diterapkan secara global. Di Bahrain, di mana pembangkit listrik CCGT menyediakan daya dasar dalam lingkungan gurun dengan suhu ambien tinggi, proses pendinginan menjadi kurang efektif, sehingga suhu minyak dan suhu permukaan meningkat. Menentukan penggunaan FFKM untuk batang katup kritis merupakan investasi proaktif guna meningkatkan keandalan. Di Filipina, pembangkit listrik berbasis panas bumi dan batu bara yang menggunakan turbin uap generasi lama berhasil memasang kembali segel FFKM guna menghentikan kebocoran uap kronis, sehingga meningkatkan efisiensi pembangkit dan keselamatan personel. Di Amerika Serikat, peraturan lingkungan yang ketat terkait emisi senyawa organik mudah menguap (VOC) akibat kebocoran (program LDAR) menjadikan kinerja bebas kebocoran FFKM dalam aplikasi emisi tak sengaja secara ekonomis menarik. Perhitungan total biaya kepemilikan harus mempertimbangkan tidak hanya harga segel, tetapi juga biaya yang dihindari akibat kehilangan pembangkitan listrik, tenaga kerja perbaikan, serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
EN
AR
CS
DA
NL
FI
FR
DE
EL
IT
JA
KO
NO
PL
PT
RO
RU
ES
SV
TL
IW
ID
LV
SR
SK
VI
HU
MT
TH
TR
FA
MS
GA
CY
IS
KA
UR
LA
TA
MY