Dari diagram kecepatan kerja piston yang dilinearisasi, juga jelas bahwa ketika α berubah, stroke piston S juga berubah. Dengan kata lain, dengan nilai v m dan T tetap, stroke (stroke daya) S merupakan fungsi dari α , yaitu S = f (α ).
Dari diagram kecepatan Gambar 4-1:
S = ½ v m T 1
S = ½ v mo T 2
T 1 = T − T 2
α = T 1 / T (4.7)
Dengan mengatur ulang Pers. (4.7), stroke piston adalah:
S = ½ αv m T (4.8)
Setelah yang dioptimalkan α = α u telah dipilih, langkah optimal piston pemecah batu hidrolik yang dirancang dapat dihitung dari Pers. (4.8). Oleh karena itu, langkah optimal piston adalah:
S u = ½ α u v m T (4.9)
Dalam Pers. (4.9), parameter α u dibahas dalam bab-bab selanjutnya.
Dari:
½ v m T 1= ½ v mo T 2= ½ v mo (T − T 1)
Setelah diatur ulang, kecepatan maksimum langkah kembali adalah:
v mo = αv m / (1 − α ) (4.10)
Mengekspresikan T 2dalam bentuk besaran yang diketahui α dan T , waktu langkah kembali adalah:
T 2= (1 − α )T (4.11)
Dari:
T 2″ / T 1 = v mo / v m
Setelah diatur ulang, waktu pengereman langkah-balik adalah:
T 2″ = α 2/ (1 − α ) · T (4.12)
Semua parameter kinematika lainnya yang relevan kini dapat ditemukan satu per satu.
Waktu percepatan langkah-balik:
T 2′= (1 − 2 α ) / (1 − α ) · T (4.13)
Jarak percepatan langkah-balik:
S j = α (1 − 2 α ) / [2(1 − α )2)] · v m T (4.14)
Dari Pers. (4.8):
S j = (1 − 2 α ) / (1 − α )2 · S (4.15)
S j / S = (1 − 2 α ) / (1 − α )2 (4.16)
Jarak pengereman pada langkah balik:
S s = α 3\/ [2(1 − α )2)] · v m T (4.17)
Atau:
S s = α 2/ (1 − α )2 · S (4.18)
Percepatan pada langkah kerja:
a 1 = v m \/ ( αT ) (4.19)
Percepatan pada langkah balik:
a 2 = α \/ (1 − 2 α ) · v m / T (4.20)
Waktu pengisian dan pengosongan akumulator selama langkah kerja dapat diturunkan dari teori desain akumulator. Untuk kelengkapan rumus-rumus perhitungan kinematika, waktu-waktu tersebut diberikan di sini.
Waktu pengisian akumulator selama fase percepatan langkah kerja:
T 1′ = α 2/ 2 · T (4.21)
Waktu pengosongan akumulator selama fase akselerasi langkah daya:
T 1″= ( α − α 2/ 2) T (4.22)